Dua Truk Pembawa Sepeda Motor Tabrakan, Jalur Gilimanuk-Denpasar Sempat Macet
Police line © elshinta.com

Tewasnya dua wanita penumpang truk pembawa batako pada Selasa malam lalu (5/1), telah dimakamkan keluarganya pada Buda Buda Kliwon Gumbreg, Rabu (6/1). Tersangka, I Wayan Subagia (36) telah ditahan Mapolres Tabanan.

Prosesi pemakaman jenazah Ni Ketut Permani dan Ni Nyoman Lepus dilaksanakan bersamaan di Setra Banjar Penarukan, Desa Penarukan, Rabu sore sekitar pukul 17.00 WITA.

Ni Ketut Permini berpulang dengan meninggalkan suaminya, I Made Agustara (37) dan tiga anaknya, Ni Putu Amelia Putri, (13) yang masih duduk di Kelas 2 SMP, I Kadek Agus Sanjaya Putra, (8) Kelas 2 SD, dan Ni Komang Antari Putri (2).

“Anak-anak sangat terpukul. Ada yang memegangi kaki ibunya yang telah meninggal, ada pula yang menggoyang-goyangkan tubuhnya; Sesak saya melihatnya. Saya juga masih tidak percaya kalau istri saya telah meninggal seperti ini,” ungkap suami almarhum, Made Agustara kepada Nusabali.

Made Agustara juga bercerita bahwa keluarganya telah (bicara secara niskala melalui perantara orang pintar) terkait musibah maut yang menimpa sang istri. Dalam pembicaraan niskala tersebut, Ketut Permini berpesan kepada suaminya agar menjaga anak-anaknya dan tidak terus bersedih.

Korban kedua, Nyoman Lepus juga berpulang dengan meninggalkan suami, I Ketut Mudia (48) dan ketiga anaknya, I Gede Jaya Umbara, (25) yang telah bekerja di Hotel Kartika Plasa Kuta, Ni Kadek Dwi Adnyana Putra, (23) yang bekerja di Warung Mina, dan Komang Nova Agustina, (9) masih duduk di Kelas 5 SD.

“Istri saya itu biasanya selalu pamitan setiap hendak berangkat kerja. Namun, sebelum peristiwa, tumben dia tidak menyapa sama sekali. Dia berangkat begitu saja. Malamnya, kami terima kabar duka istri saya meninggal karen Truk yang ditumpanginya terguling,” ungkapnya dengan sedih. (nus/nei)