Bandara Ngurah Rai Bali © www.flickr.com

Perayaan Nyepi pada tanggal 9 Maret mendatang, membuat aktivitas Bandara Internasional Ngurah Rai Bali harus tutup total. Meskipun tutup, pihak bandara nnatinya akan terus melakukan pengamanan dan siaga terhadap kemungkinan yang terjadi.

“Petugas-petugas inti bisa atau dapat dengan berjalannya airport melayani penerbangan sudah kami siapkan. Dan itu petugas yang melayani air nav juga ada di dalamnya,” ujar Trikora Harjo, GM Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (02/03).

Penyiagaan dilakukan pihak bandara ketika nantinya ada penerbangan atau pendaratan darurat yang kiranya dapat membahayakan bandara. Contohnya adaah penerbangan yang tidak bisa dialihkan ke Bandara Lombok maupun Bandara Juanda.

“Kalau benar-benar darurat, maka bisa ditoleransi. Tapi kami tetap akan arahkan ke Juanda dan Lombok. Sebisa mungkin, ke sana (Lombok dan Juanda),” jelasnya, seperrti dikutip Tribun Bali.

Permintaan penerbangan atau pendaratan darurat tersebut ia sebut sebagai alternatif terakhir, di saat dua bandara utama di Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur tersebut tidak dapat mengatasi keadaan darurat tersebut.

“Itu alternatif terakhir kita jika memang sudah sangat darurat,”‎ imbuhnya. (tri/nei)