Pupus sudah harapan Argentina untuk mendapat gelar juara pada final turnamen bergengsi tingkat Dunia, setelah pada 2014 lalu gagal meraih gelar di final Piala Dunia, Kini Argentina kalah dalam laga adu penalti dengan chile untuk mendapatkan gelar ke 15 di ajang Copa Amerika.

Pertandingan berjalan seru, kedua tim saling menebar ancaman, Argentina dengan formasi 4-3-3 berusaha menjaga lini belakang mereka agar tidak bisa ditembus Arturo Vidal dan Alexis Sanchez. Taktik ini nampaknya membuahkan hasil dengan tidak mudahnya Vidal dan Sanchez melapaskan tembakan langsung ke gawang.

Dalam pertandingan kali ini, Chile memperagakan permainan cepat untuk membuat Argentina sibuk dengan lini belakang nya, hal ini bertujuan untuk mempersulit Argentina dalam memperagakan gaya menyerang total mereka yang bisa membahayakan gawang Chile.

Pada menit ke 13 Chile mendapat kesempatan melalui Arturo Vidal untuk melepaskan tembakan voli yang mengarah ke gawang, namun berhasil diblok Sergio Romero. Tendangan bebas Lionel Messi pada menit ke 20 menjadi peluang pertama untuk Argentina namun bola berhasil diamankan Claudio Bravo.

Nampaknya Dewi Fortuna kali ini memang tidak berpihak untuk Argentina, setelah menit ke 26, Angel Di Maria bermasalah dengan hamstring-nya, hingga ia harus ditarik keluar dari lapangan dan digantikan Ezequiel Lavezzi.

Skor hingga menit akhir babak pertama masih 0-0 dengan 3 katu kuning untuk pemain Chile, dan memaksa pelatih kedua tim memutar otak untuk dapat saling mengalahkan. Namun nampaknya semua sia-sia, kedua tim saling menyerang di sepanjang babak kedua, namun tidak ada yang bisa mengkonversikan peluang yang didapat untuk menjadi gol kemenangan tim masing masing.

Hal ini memakasa Tata Martino untuk menurunkan Gonzalo Higuain dan Ever Banega untuk menambah daya gedor pemain Argentina, dan Jorge Sampaoli menurunkan Matias Fernandez untuk menambah kekuatan lini tengah Chile.

Setelah pergantian pemain nampak ada perubahan daya serang Argentina, terbukti dengan beberapa kali Messi mampu mengirimkan umpan cantik untuk rekannya, Lavezzi mampu mengkonversikan umpan messi menjadi gol, namun sayang dalam posisi off side. Sementara Edu Vargas juga mampu membawa bola dan melepaskan tendangan voli yang mengarah ke gawang Argentina yang lagi lagi mampu diselamatkan Sergio Romero.

Seperti dikutip dari The Guardian. Chile memiliki kesempatan mencetak gol di ujung laga kala Javier Mascherano melakukan blunder namun Alexis Sanchez gagal memanfaatkan peluang menjadi gol dengan melepaskan tendangan terlalu tinggi diatas gawang Serio Romero. Skor bertahan 0-0 hingga akhir babak kedua dan pertandingan pada tambahan waktu juga tidak merubah keadaan dan memaksa kedua tim harus memulai adu penalti untuk merebutkan gelar juara Copa Amerika 2015.

Matias Fernandez sebagai eksekutor pertama sukses mengecoh Sergio Romero. Lionel Messi juga berhasil memaksa Claudio Bravo memungut bola dari gawangnya. Arturo Vidal jadi eksekutor kedua juga berhasil mengelabui Sergio Romero, sementara Gonzalo Higuain gagal dalam eksekusi di depan Claudio Bravo dengan melepaskan tendangan yang terlalu tinggi. Charles Aranguiz berhasil dengan tendangan mendatarnya, dan Ever Banega harus menyaksikan aksinya diblok Claudio Bravo. Alexis Sanchez sebagai penendang penalti keempat dan penentu kemenangan atas Chile berhasil mengelabui Sergio Romero.

Courtesy by Youtube

Atas kesuksesan Alexis Sanchez, Chile menang atas Argentina dengan skor akhir 4-1 dan sekaligus mengukuhkan sang tuan rumah merebut gelar juara Copa Amerika untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak Copa Amerika digelar pertama kalinya pada 1916 untuk merayakan hari kemerdekaan Argentina kala itu.

Susunan pemain dalam laga kali ini :

Argentina (4-3-3): Romero; Zabaleta, Demichelis, Otamendi, Rojo; Biglia, Mascherano, Pastore (Banega ’80); Messi, Aguero (Higuain ’74), Di Maria ( Lavezzi ’29)

Chile (4-3-1-2): Bravo; Isla, Medel, Silva, Beausejour; Vidal, Diaz, Aranguiz; Valdivia (Mati Fernandez ’74); Vargas (Henriquez ’94), Sanchez.(sidomi/pras)