Dibandingkan pada bulan sebelumnya (Agustus 2015), harga gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani di Bali bulan September 2015 mengalami perbaikan posisi. Tercatat GKP naik sebesar 3,49 persen.

“Demikian juga harga gabah di tingkat penggilingan naik sebesar 4,49 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panusunan Siregar di Denpasar, Minggu (04/10).

Ia mengatakan, harga gabah tersebut jauh di atas harga patokan pemerintah (HPP) yakni di tingkat petani sebesar Rp4.515,38 per kilogram dan tingkat penggilingan Rp4.622,89 per kilogram.

Transaksi gabah kering panen tertinggi di tingkat petani terjadi di Kabupaten Karangasem sebesar Rp5.793,74 per kilogram untuk varietas Cigeulis. Sedangkan harga terendah terjadi di Kabupaten Klungkung dengan harga Rp3.800/kg untuk varietas Cigeulis.

Dilansir dari suarapembaruan.com, produksi padi di Bali berdasarkan angka ramalan (Aram) tahun 2015 diperkirakan meningkat 0,39 persen dari tahun sebelumnya, namun luas panen menurun 1.419 hektare atau 0,99 persen.

Turunnya luas panen tersebut terjadi secara merata di delapan kabupaten dan satu kota di Bali. Beberapa faktor penyebab turunnya luas panen antara lain dampak musim kemarau panjang yang terjadi hampir semua daerah sekaligus berpengaruh terhadap mundurnya musim tanam.

Mundurnya musim tanam antara lain terjadi di Kabupaten Buleleng, Klungkung dan Gianyar sebagai akibat adanya perbaikan saluran irigasi pada akhir tahun 2014 serta terjadinya musim kemarau sehingga debit air berkurang.

Produksi padi di Bali berdasarkan angka ramalan (Aram) tahun 2015 diperkirakan 861.321 ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebesar 3.377 ton atau 0,39 persen dibanding produksi tahun 2014. (sp/end)