Hujan Turun © www.menara-fm.com

Cuaca ekstrim yang mengguyur wilayah Bali hingga hari ini, meresahkan warga akan hadirnya gelombanng tsunami. Namun, BMKG Denpasar menjawab keresahan ini dengan belum adanya tanda-tanda gempa yang berakibat tsunami di Bali.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah III Denpasar, Wayan Suardana. Ia menyatakan BMKG Denpasar hingga saat ini belum mampu memprediksi tanda-tanda akan terjadi gempa.

“Kami belum mengeluarkan peringatan dini. Kalau gempa itu kami tidak mengeluarkan peringatan dini, kalau terjadi tsunami baru kami keluarkan peringatan dini,” ujar Suardana melalui sambungan telepon kepada Tribun Bali, Jumat (12/02).

Gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memang berdampak ke sejumlah wilayah seperti Bima, Sumbawa, dan Bali.

“Kalau di Bali kekuatan gempanya hanya dua sampai tiga MMI. Kalau di Sumba Barat itu 6,6 MMI, tapi tidak berpotensi terjadi tsunami. Jadi sumber gempanya memang ada di sana (di Sumba Barat) dan dampaknya di Bima, Sumbawa, dan Bali,” tutupnya. (tri/nei)