Panama Papers yang saat ini tengah menjadi topik terhangat di dunia, mencantumkan data dari Perusahaan firma Mossack Fonseca terindikasi melakukan operasi rahasia paling ilegal sekaligus bernilai tinggi di dunia.

Panama Papers memuat sebanyak 2.961 kantor dan klien perorangan, serta 2.400 alamat di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya adalah pejabat Indonesia dan khususnya warga Bali.

Sebelumnya, nama ‘Anak Agung Gde Agung’ telah dibahas karena terindikasi sama dengan nama mantan bupati Badung.

Seluruhnya ada sembilan nama khas Bali yang tercantum dalam dokumen tersebut, seperti yang dikutip dari Bisnis, Rabu (06/04).

Belum ada verifikasi lebih lanjut, apakah seluruhnya bertempat tinggal di Bali atau tidak. Selain nama khas Bali, ada juga beberapa alamat seperti Legian, Kuta, Seminyak serta Denpasar dicantumkan dalam dokumen International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) tersebut.

Menurut keterangan Ketua Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra, masih ada ketidakyakinan terhadap nama-nama yang teracantum dalam dokumen tersebut.

“Sepertinya belum atau tidak benar, kalaupun benar kecil sekali kepemilikan mereka. Saya khawatir itu hanya no name dan atas nama saja,” terang, Rabu (06/04).

Berikut nama-nama identik dengan Bali.

  1. I Gusti Ngurah Adi Suputra
  2. I Made Djendra
  3. I Nengah Bagiada
  4. I Nyoman Djintji
  5. I Wayan Arya
  6. I Goesti Ben Kel Bagoes Oka
  7. Ida Bagus Made Putra Jandhana
  8. Anak Agung Alit Wiradarma
  9. Anak Agung Gde Agung (tri/nei)