Rencana target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali umtuk tahun 2016 yang mencapai Rp 3,35 triliun menuntut adanya peningkatan pendapatan. Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemprov Bali dituntut kreatif mencari sumber penghasilan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai sejumlah dinas terkait belum maksimal menggali sumber pendapatan sehingga hingga kini realisasi PAD masih jauh dari target. Dari total target PAD 2015 senilai Rp2,988 triliun, hingga September baru terealisasi Rp1,911 triliun.

Lebih lanjut Pastika menyampaikan untuk mencapai kesejahteran masyarakat hanya ada dua hal yang dapat dilakukan yaitu mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan. Hanya dengan dua upaya tersebut kesejahteraan dapat diperoleh.

“Hanya ada dua hal yang dapat dilakukan, yaitu, mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan. Hanya dengan dua upaya tersebut kesejahteraan dapat diperoleh,” ujarnya, seperti dilansir dari beritasatu.com, Senin (02/11).

Dalam kesempatan tersebut Pastika juga menyorot tentang target serta realisasi pendapatan tahun 2015 dari beberapa SKPD penghasil. Seperti pendapatan dari Biro Aset, menurut Gubernur, belum ada pendapatan yang signifikan dari biro tersebut mengingat masih banyaknya tanah milik Pemprov Bali yang tersebar di kabupaten/ kota yang pengelolaannya belum optimal.

Untuk itu, lanjutnya, diinstruksikan agar segera melakukan perubahan perda tentang pemberian hak kabupaten/kota untuk mengelola aset provinsi sehingga kewenangan pengelolaannya dikembalikan.

Dengan demikian dia yakin  aset pemprov yang luasnya  sekitar 9.000 Ha, dan tersebar di 9 kabupaten/kota pemanfataanya akan lebih optimal sehingga dapat menambah pendapatan Pemprov.

Pastika juga meminta Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali mengoptimalkan pendapatan dari bus Trans Sarbagita. Pasalnya, sampai saat ini moda transportasi massal ini baru bisa menyumbangkan  Rp3 miliar per bulan, sedangkan biaya operasional mencapai Rp10 miliar.

“Dari Trans Sarbagita pendapatan masih minus Rp7 miliar, kalau memang perlu naikkan harga tiket tahun depan,” pintanya. (bs/end)