Candi Jago, salah satu situs sejarah yang berada di Tumpang. Berdiri di tengah-tengah pemukiman dan sangat dekat jaraknya dengan rumah penduduk, secara administratif candi ini terletak di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur.

Menurut penuturan di sebuah papan besar yang dipasang di sana, candi ini diperkirakan sama dengan Jajagu dalam kitab Negarakertagama. Candi Jago bisa jadi merupakan tempat pendharmaan Raja Wisnuwardhana dari kerajaan Singosari yang wafat pada tahun 1268M.

Candi yang satu ini berdenah empat persegi panjang menghadap ke Barat. Bangunannya berdiri di atas batur berteras tiga yang semakin kecil ke atas, sehingga di masing-masing teras terdapat selasar. Di selasar tersebut kita bisa berjalan mengelilingi candi.

Teras ketiga yang agak bergeser ke belakang, merupakan teras tersuci. Susunan bangunannya yang berteras-teras dan punya titik sakral di belakang, mengingatkan kita pada bangunan ‘punden berundak’ zaman Megalithikum, yang dipakai untuk pemujaan arwah leluhur.

Kisah sejarah Candi Jago sendiri tertulis lengkap di sebuah papan yang berdiri di bagian depan candi. Situs sejarah yang satu ini terbilang cukup sepi pengunjung. Letaknya yang jauh dari pusat kota, tampaknya membuat wisatawan kurang tertarik datang ke sana.

Namun, jika Anda sudah berada di sana dan naik ke atas, pemandangan indah pun disuguhkan di depan mata. Jika tak mebawa kendaraan sendiri, dari terminal Arjosari Malang, naik saja angkutan kota AT. Dari terminal Tumpang, naik andong sampai depan gang, sedikit jalan kaki, sampai!