Ilustrasi air bersih © liputan6.com

Kota Bangli yang selama ini merupakan kawasan penyagga air di Bali justru mengalami krisis air bersih. Hal ini sudah satu pekan dialami warga kota tersebut.

Seperti dilansir suaradewata.com, seretnya pasokan air bersih ini disebabkan oleh kerusakan jaringan transmisi pipa PDAM yang tidak kunjung diperbaiki.

Warga pun dibuat kesal karena pihak PDAM tidak melakukan sosialisasi maupun pemberitahuan terkait kerusakan ini. Apalagi, bantuan air bersih juga tidak diberikan, sehingga menambah geram warga Bangli.

Salah seorang warga dusun Sidembunut, Keluarahan Cempaga Bangli, Ketut Gantiyasa, mengeluhkan sikap PDAM ini, yang menurutnya tidak memperhatikan keluhan masyarakat.

“PDAM bisanya hanya menaikkan tarif. Kalau masyarakat terlambat membayar tagihan langsung didenda. Sebaliknya, saat air mati seperti ini, justru tidak pernah dilakukan perbaikan,” tuturnya dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga dilontarkan warga lain yang tinggal di Brahmana Bukit, Bangli, A A Gede Sutresna. Ia menyayangkan sikap PDAM yang terlalu berlarut-larut menyelesaikan masalah ini.

“Ini kan aneh, saat hujan seperti ini masyarakat dibiarkan kekurangan air bersih. PDAM jangan hanya mengejar untung saja, tanpa memperhatikan kondisi di masyarakat ,” tegasnya. (sdw)