© www.surabayanews.co.id

KMP Rafelia 2 yang tenggelam di Selat Bali pada Jumat (04/03) lalu, menyisakan bangkai kapal di dasar selat. Terkait keberadaan bangkai kapal tersebut, Kepala Syahbandar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Ispriyanto mengatakan tidak mengganggu pelayaran di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.

“Bangkai kapal berada di dasar laut, sehingga tidak mempengaruhi arus lalu lintas pelayaran di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk,” ujar Ispriyanto di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (07/03).

Ia tidak dapat memastikan apakah pemilik kapal akan mengangkat kapal yang sudah tenggelam tersebut atau tidak. Namun, bangkai kapal dipastikanya tidak akan mengganggu pelayaran.

“Pengangkatan bangkai KMP Rafelia diserahkan sepenuhnya kepada pemilik kapal. Namun sejauh ini lokasi tenggelamnya kapal sudah diberi tanda oleh petugas,” ungkapnya.

“Jalur lalu lintas pelayaran di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk juga berjalan lancar selama proses evakuasi korban kapal tenggelam selama tiga hari terakhir, sehingga tenggelamnya KMP Rafelia tidak mempengaruhi jalur penyeberangan,” imbuhnya, seperti dikutip dari Tempo.

Ketika ditanya mengenai tindakan terhadap bangkai kapal, Kepala Kantor Basarnas Denpasar Didi Hamza sekaligus sebagai SMC (SAR Mission Coordinator) KMP Rafelia, ia menyatakan hanya berfokus pada pencarian korban kapal tenggelam.

“Kalau masalah bangkai kapal dievakuasi atau tidak bukan kewenangan Basarnas karena kami hanya berfokus pada pencarian korban kapal tenggelam,” tandasnya. (tem/nei)