Bandara Baru Bali Berkonsep Green Airport, Seperti Apa Ya? balitoday

Pembangunan Bandara Buleleng rencananya akan mengambil konsep Green Airport dan Reklamasi. Nantinya landasan pacu (runway) akan mengapung di atas laut sebagaimana kapal induk.

Konsep Green Airport disini, bandara akan menggunakan pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi dari arus laut, solar cell, dan geothermal dengan kapasitas 35 Mega Watt.

“Untuk power plan tidak memakai batu-bara atau polusi tinggi. Kami pakai arus, solar cell, geothermal. Power plan dapat menghasilkan energi listrik 35 MW per hari, yang mana 30 MW akan digunakan untuk operasional bandara, 2 MW untuk cadangan, serta 3 MW untuk masyarakat,” jelas Gubernur Bali, Made Mangku Pastika usai rapat dengan Airports Kinesis Canada (AKC) Indonesia di ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (26/05).

Bandara ini akan mampu menampung 2.700.000 orang per hari, dimana kapasitas ini lebih besar tiga kali lipat dibanding Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pembangunan bandara akan meliputi airport, power plan, runway dengan terminal, dan marina cruise.

Sementara untuk dana pembangunan yang diperlukan, diperkirakan akan mencapai Rp50 triliun, nilai yang cukup fantastis.

Salah satu pihak PT. Amarta Nusantara Energi Margono mengatakan, pihaknya akan melibatkan penyedia dana dari Korea dengan sistem Build Operate and Transfer (BOT) selama 35 tahun.

“Pelaksananya dari Korea, kami nanti tim pelaksana. Kami siap untuk membangun pelaksanaan dengan sistem BOT. Sumber keuangan dari Bank Korea dan kami menunjuk bank-bank daerah, nanti kami yang akan menjamin,” jelasnya kepada Tribun Bali. (tri/nei)