Pegawai negeri © www.jokowinomics.com

Pemkot Denpasar kembali merubah aturan penggunaan seragam dinas pegawai negeri sipil (PNS) pada Maret 2016 nanti. Padahal perubahan aturan yang terbaru masih belum genap sebulan.

Menurut informasi yang ditampung, pengadaan seragam hitam putih untuk PNS ini tidak masuk dalam APBD Pemkot Denpasar. Meskipun dalam APBD tahun 2016 ini, terdapat anggaran sendiri unutk pembelian pakaian dinas dan pakaian kerja dengan total nilai Rp11 miliar lebih.

Tercatat dana APBD sebesar Rp1.632.180.000 telah menjadi anggaran Pemkot Denpasar untuk membeli pakaian dinas serta atributnya. Rinciannya adalah pakaian sipil harian (PSH), pakaian sipil lengkap (PSL), pakaian dinas harian (PDH), pakaian dinas upacara (PDU), pakaian dinas sipil resmi, dan belanja kelengkapan atribut para pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar.

Pada tahun ini, Pemkot Denpasar kembali menganggarkan dana sebesar Rp 10.216.897.500 untuk pakaian kerja, yang meliputi pakaian kerja lapangan, pakaian khusus hari-hari tertentu, pakaian adat daerah, pakaian batik tradisional, dan pakaian adat khusus, serta pakaian olah raga.

Begitu juga pada APBD Perubahan Pemkot Denpasar tahun 2015 lalu. Untuk pembelian pakaian dinas dan pakaian kerja dianggarkan sebesar Rp10 miliar lebih, dengan rincian dana pembelian atribut senilai Rp6.303.530.836 dan pakaian kerja sebesar Rp4.534.779.000. (tri/nei)