Tindakan antispasi terhadap serangan teror bom terus dilakukan di Bali. Pada Rabu (25/11) siang, batalyon Zipur 18/YKR Gianyar mengadakan simulasi penanggulangan ancaman keamanan dari teroris yang digelar di Stadion I Wayan Dipta.

Menurut Wadanyon Zipur 18/YKR Gianyar, Mayor CZI Yuli Hartanto menjelaskan simulasi diadakan, karena akhir-akhir ini ancaman teror menerpa sejumlah negara. Bali yang sudah dua kali menjadi korban bom, harus selalu waspada dan mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, termasuk mendeteksi masuknya teroris ke Pulau Dewata.

“Simulasi ini memang salah satu program TNI AD dalam upaya melatih ketrampilan dari prajurit dalam menjaga keamanan Republik Indonesia dari ancaman teroris,” jelasnya, seperti dilansir dari bali.bisnis.com, Rabu (25/11).

Dalam simulasi tersebut dirinya mengerahkan kurang lebih satu peleton pasukan dengan persenjataan lengkap, termasuk dua unit truk jihandak dan satu mobil ambulans. (bis/end)