Seorang wanita asal Australia berinisial DN (66) harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reskrimum Polda Bali. Dirinya diperiksa akibat tindakannya yang mengadopsi tiga orang anak.

Penyelidikan terhadap DN tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang hubungan Masyarakat, Pilda Bali, Kombes Hery Wiyanto. Menurutnya sejak 1 September 2015lalu pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait masalah adopsi anak tersebut. Namun, sampai sekarang prosesnya masih sebatas pemeriksaan saksi-saksi.

“Sudah ada 11 saksi yang dimintai keterangan. Sedangkan DN yang mengadopsi ketiga anak itu belum diperiksa karena masih menunggu pengacara,” katanya, di Polda Bali, Denpasar, Selasa (06/10).

Ditambahkannya, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi tersebut pihaknya belum mendapat laporan secara rinci. Dirinya hanya menyebutkan anggota PPA Direktorat Reskrimum Polda Bali awalnya mendapat informasi di lapangan ada seorang perempuan Australia berinisial DN tinggal di seputaran Denpasar tidak memiliki biaya untuk menyekolahkan tiga anak angkatnya selama setahun belakangan.

“Anggotanya pun mencari tahu dan informasi itu ternyata benar. Sebagai tindak lanjut, dibuat laporan Polisi Model A yakni laporan yang dibuat oleh anggota Polri yang mengetahui atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi,” katanya, seperti dilansir dari okezone.com.

Dia melanjutkan, tiga anak yang diadopsi terdiri dari seorang laki-laki berusia sembilan tahun dan dua anak perempuan yang sama-sama berusia tujuh tahun.

Selama proses penyelidikan, ketiga bocah dititipkan di Yayasan Jodie O’Shea Orphanage Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan. Sementara terkait legalitas adopsi, dia mengatakan perlu mendapatkan keterangan dari DN. “Masalah itu nantinya ditanyakan ke DN saat menjalani pemeriksaan,”terangnya. (oke/end)