© www.carajadikaya.com

Terungkap bahwa sebanyak 33 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Bali masih memiliki modal inti yang minim, di bawah Rp3 miliar pada tahun 2015 lalu.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Bali-Nusa Tenggara, Zulmi di Denpasar, Sabtu (20/02). Ia menjelaskan, kepada para pemegang saham BPR yang masih memiliki modal inti minim, dilarang untuk melakukan pembagian dividen.

“Agar mereka (pemegang saham) memupuk modal inti dulu,” ujarnya.

Zulmi juga menerangkan, kebanyakan BPR yang memiliki modal inti minim tersebut berada di zona III atau di luar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Seluruhnya berjumlah 138 unit. Satu di antaranya merupakan BPR Syariah.

Sesuai Peraturan OJK Nomor 20 Tahun 2015, BPR memang dilarang untuk melakukan pembagian dividen jika modal inti masih kurang dari Rp3 miliar.

Bagi BPR yang saat ini masih memiliki modal inti minim, ia harus segera memenuhi modal minimal sebesar Rp6 miliar paling lambat tahun 2019. Jika hal tersebut belum terpenuhi, BPR dapat sgeera mencari investor baru atau menjual aset BPR tersebut.

Hingga tahun 2015 tercatat ada 33 BPR yang belum memiliki modal inti minimal, sedangkan pada tahun 2014, jumlahnya lebih banyak, yaitu 40 BPR.

Sementara BPR yang telah mencapai modal inti minimal sebanyak 44 kantor BPR, yaitu berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp6 miliar. (tri/nei)