Seorang siswa melakukan simulasi kebakaran © balipost.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan UPT Pemadaman Kebakaran Tabanan pada Jumat (26/02) mengadakan sosialisasi kepada para siswa tentang antisipasi musibah kebakaran.

Hal ini dilakukan menyusul kebakaran yang sering terjadi di Tabanan akhir-akhir ini.

Seperti dilansir dipabali.com, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Tabanan, I Ketut Suardi, menyatakan bahwa kebakaran merupakan salah satu bencana yang selama ini dominan melanda.

Ia membeberkan bahwa sepanjang 2015, terdapat sedikitnya 104 kasus kebakaran. Angka itu termasuk tinggi dibanding jumlah kebakaran di tempat lainnya.

Sosialisasi dilakukan kepada perwakilan siswa SMP dan SMA/SMK di Tabanan di salah satu sudut Kantor Bupati Tabanan.

Dijelaskan dalam sosialisasi tersebut penyebab kebakaran dan cara mengatasinya untuk menangani kobaran api melalui simulasi.

Masing-masing siswa diberi kesempatan mempraktekkan pemadaman api menggunakan karung basah maupun tabung pemadam yang dapat ditemui di tempat-tempat umum.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita, menyatakan bahwa sosialisasi dan simulasi ini adalah satu dari delapan program yang digulirkan 2016 ini.

Tujuannya untuk memberikan edukasi dan pemahaman ke masyarakat mengenai kesiapsiagaan terhadap bencana. Salah satunya kebakaran,” pungkasnya. (dpb/fal)