Pedagang di Pasar Bangli © balipost.com

Beberapa petani tomat dan cabai besar di Kabupaten Bangli mengeluhkan merosotnya pasokan tanaman dagangannya tersebut akhir-akhir ini.

Menurunnya produksi cabai besar dan tomat ini disebabkan oleh curah hujan yang terlampau tinggi akhir-akhir ini.

Diakui Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (P3) Bangli, Ni Wayan Malik, hujan lebat akhir-akhir ini mengakibatkan penurunan produk hortikultura yang cukup signifikan.

“Intensitas hujan cukup tinggi. Ini mengakibatkan produksi tanaman horti turun sekitar empat puluh persen,” paparnya pada Kamis (25/02).

Seperti dilansir balipost.com, keluhan pertama datang dari petani Banjar Bantas Desa Songan A, Kintamani, Putu Mariadnya. Ia mengatakan karena hujan lebat hasil panen tomatnya merosot tajam.

Jika biasanya 6 ton dapat dihasilkan dari 3 ribu pohon, kini hanya dapat menghasilkan 1,5 ton. Selain segi kuantitas, penurunan juga terjadi pada kualitas. Bentuk dan kualitas tomatnya menjadi cacat dikarenakan hujan lebat.

Hal ini berimbas pada pedagang sayuran di daerah Bangli yang mengalami penurunan pasokan cabai besar dan tomat.

Salah satunya adalah pedagang di Pasar Kidul, Bangli, Ni Nyoman Pasek, yang mengaku sejak beberapa hari ini pasokan cabai besar dan tomat cenderung mengalami penurunan

“Hari ini sama sekali tak ada pasokan cabai besar. Kalau tomat masih ada. Tapi kualitasnya tak bagus,” ujarnya. (blp/fal)