Kombes Pol Hery Wiyanto © dipabali.com

Untuk mengantisipasi kemungkinan eksodus pekerja seks komersial (PSK) Kalijodo, Jakarta, ke Pulau Bali, Polda Bali berencana segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Bali.

Seperti dilansir dipabali.com, saat ditemui di Polda Bali pada Kamis (25/02), Kabid Humas Polda Bali Hery Wiyanto mengatakan Bali kemungkinan besar akan menjadi tujuan selanjutnya para PSK Kalijodo untuk menyambung hidup mereka.

Hal ini tentunya berpotensi menyebabkan ekses atau kelebihan yang akan menyebabkan beberapa masalah sosial.

“Kita tahu Bali ini merupakan daerah pariwisata, termasuk wisatawan domestik dari berbagai daerah di Indonesia. Dari antara mereka itu mungkin ada yang datang perorangan, rombongan dan sebagainya. Di antara wisatawan domestik itu kemungkinan besar mereka yang berasal dari Kalijodo, maka harus diantisipasi,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa Bali sebagai daerah pariwisata merupakan tempat yang sangat subur dipenuhi bisnis diskotik, karaoke, spa, pijat, dan sebagainya. Hal ini tentunya berpotensi mendatangkan tindakan prostitusi dan eksploitasi.

Namun, ia melanjutkan bahwa kewenangan Polri dalam hal ini hanyalah melakukan razia. Selanjutnya, upaya lain adalah tugas bersama antara pemerintah setempat.

Untuk itu ia mengharapkan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, SatPol PP untuk bersinergi dalam upaya antisipasi terhadap eksodus Kalijodo ke Bali. (dpb/fal)