Gede Suardana © dipabali.com

Terkait program 12 PAS yang dijalankan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Ketua Dewan Pembina Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK) Kabupaten Buleleng, Gede Suardana, memberikan tanggapannya.

Melalui pesan singkat pada Minggu (21/02), ia mengatakan bahwa program tersebut belum berjalan dengan baik.

Program tersebut dinilainya merupakan slogan semata yang digembor-gemborkan pada saat kampanye saja. Hingga kini, menurutnya jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Buleleng masih tergolong tinggi.

Masih ada 33 desa yang masuk dalam kategori miskin dengan angka kemiskinan di atas 35%. Hal ini merupakan bukti bahwa program tersebut belumlah berjalan sempurna sesuai yang diharapkan.

Seperti dilansir dipabali.com, Program 12 PAS ini meliputi penegakan hukum, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, lapangan kerja, penataan birokrasi, pembangunan sektor ekonomi, iklim investasi, pelestarian budaya, penanganan bencana serta kelestarian lingkungan.

Ia juga menyoroti ketersediaan lapangan kerja di Buleleng yang dinilainya masih sangat minim. Karena sedikitnya lapangan pekerjaan, akhirnya banyak warga yang memilih mencari kerja di Denpasar dan Badung. (dpb/fal)