Ilustrasi ©wahanariau.com

Seorang wanita lanjut usia yang tinggal di Banjar Bangun Lemah Kangin, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, menjalani masa senjanya dengan bergelut dengan kerasnya hidup.

Nenek ini bernama Ni Nyoman Depin, yang lahir 80 tahun lalu.

Sehari-harinya nenek ini tinggal di sebuah rumah semi permanen yang sebagian dindingnya terbuat dari anyaman bambu dengan atap asbes.

Sebelumnya, rumah yang dibangun berkat program bedah rumah ABRI ini cukup layak ditinggali, namun seiring hujan deras yang melanda akhir-akhir ini, atap asbesnya mulai rusak dan bocor ketika hujan turun.

Selain itu beberapa bagian rumah juga terlihat mulai rapuh, salah satunya di bagian kusen pintu dan atap bagian dapur yang nyaris roboh.

Karena hidup sebatang kara, nenek ini harus mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri meskipun telah mendapatkan bantuan beras miskin sebanyak 15 kilogram tiap bulannya. Ia pun berjualan tape banten dan kacu untuk dijadikan sandaran hidup.

Namun, dari hasil berjualan tape dan kacu ia hanya menerima Rp5 ribu tiap harinya. Jumlah itu tentunya sangat jauh di bawah standar kelayakan hidup saat ini.

Seperti dilansir dipabali.com, dalam lawatannya ke rumah nenek tua ini, Depin mengatakan ia harus berusaha sendiri mencukupi kebutuhan hidup karena tidak memiliki satu anak pun hasil dua kali perkawinannya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun Bangun Lemah Kangin, I Made Miasa, mengatakan bahwa Depin adalah salah satu keluarga miskin yang harus diperhatikan pemerintah dari total 86 keluarga miskin di lingkungannya. (dpb/fal)