Ratusan Babi Guling di Pura Dalem Timbrah ©nusabali.com

Oleh masyarakat Karangasem, Bali, babi guling dianggap sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran. Oleh karena itu, tradisi ini dilakukan masyarakat Karangasem untuk tetap menjaga kesejahteraan, kesuburan, dan kerukunan warga desa mereka.

Hal ini tercermin dari kegiatan warga di Desa Adat Timbrah, Pertima, Karangasem, Senin (08/02) lalu. Tepatnya di halaman Pura Dalem, mereka menghaturkan banten dengan sarana babi guling saat prosesi Usaba Dalem.

Persembahan yang dilakukan ini berlangsung sejak zaman nenek moyang dan tetap lestari hingga kini. Tradisi ini dilakukan setahun sekali tepatnya pada Tilem Sasih Kaulu. “Usaba Dalem pada intinya adalah ngaturang pacaruan dengan sarana godel untuk nyomia buta kala menjadi buta hita agar santih (damai),” ujar tokoh masyarakat setempat, I Nengah Sudarsa.

Ada perbedaan antara Usaba Dalem di desa tersebut dengan desa lain di Bali, yaitu persembahan banten babi guling dipersembahkan oleh setiap kepala keluarga, pemuja, meruntutan canang bayuan. (blp/fal)