BALITODAY.NET – Permainan tradisional seringkali dimainkan semasa anak-anak maupun remaja. Anak-anak dulu seringkali memainkannya setiap sore hari. Setiap daerah juga memiliki permainan tradisionalnya sendiri, termasuk Bali. Sementara sudah mulai tergerus zaman, sudah kenalkah kamu dengan tiga permainan tradisional Bali ini?

1. Megoak-goakan

Megoak-goakan Bali - Foto Info Singaraja
Megoak-goakan Bali – Foto Info Singaraja

BACA JUGA: Kenapa Pohon di Bali Dipakaikan Sarung? Ini Jawabnnya

Permainan tradisional Bali yang ini menjadi suatu tradisi si Desa Panji, Sukasada, Buleleng, Bali. Sebagai tradisi, permainan ini dimainkan setahun sekali pada hari Ngembak Geni setelah Nyepi.

Biasanya permainan ini mengambil tempat di sawah berlumpur yang luas supaya lebih seru. Dalam permainan ini, para pemain dibagi dalam dua tim. Satu tim berisi 11 orang. Kemudian kedua tim saling berhadapan dengan berbaris seperti goak (burung gagak) saat mengincar mangsa. Pemenang dalam permainan ini adalah tim pertama yang berhasil menangkap ekor atau orang paling belakang dari tim lawan.

2. Metajog

Metajog - Instagram @tangtubungah
Metajog – Instagram @tangtubungah

Kamu mestinya sudah kenal dengan permainan ini. Kalau daerah di luar Bali lebih mengenalnya dengan egrang. Untuk tata cara dan alatnya sama kok Zens. Tentunya kamu harus memiliki keseimbangan yang baik untuk memainkannya. Gampang-gampang susah! Biasanya permainan ini muncul saat perayaan 17 Agustus.

3. Engkeb-engkeban

Petak umpet - Foto istimewa
Engkeb-engkeban – Foto istimewa

Kalau yang ini nama lain dari petak umpet. Sudah kenal kan dengan permainan seru satu ini? Iya, para pemain harus bersembunyi untuk dicari oleh seorang pemain yang berjaga. Semakin banyak pemainnya semakin seru, Zens. Kalau permainan yang satu ini, beberapa anak-anak Bali masih suka memainkannya.

4. Meong-meongan

Meong-meongan - Foto istimewa
Meong-meongan – Foto istimewa

Cukup familiar kan dengan kata ‘meong’? Nah, tepat sekali. Meong merupakan suara kucing dan maksud permainan ini adalah permainan kucing-kucingan.

Meong-meongan biasa dimainkan oleh lebih dari delapan pemain dengan satu orang sebagai tikus dan satu lagi sebagai kucing. Cara memainkannya, yang berperan sebagai kucing berada di luar lingkaran besar para pemain lain. Sedangkan pemeran tikus berdiri di tengah lingkaran besar.

Kucing-kucingan ala Bali - Foto istimewa
Kucing-kucingan ala Bali – Foto istimewa

BACA JUGA: Nikmati Perpaduan Wisata Alam dan Religi Hindu di Bali Mula Unik

Kemudian seluruh pemain mengawali permainan dengan bernyanyi. Para pemain yang membentuk lingkaran ini harus melindungi pemain tikus dari pemain kucing. Namun, mereka tidak lagi melindungi pemeran tikus ketika sampai pada lirik “juk-juk meng juk-juk kul”.

Pada saat tersebut, pemeran kucing bisa masuk ke dalam lingkaran untuk menangkap pemeran tikus. Sedangkan pemeran tikus bebas keluar masuk lingkaran. Permainan akan berakhir ketika pemeran kucing berhasil menangkap tikus. Jika sudah begitu, permainan bisa diulang kembali dengan pemeran tikus bergantian menjadi pemeran kucing dan seterusnya.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak