BALITODAY.NET – Gelap, sepi, dan seram. Itulah tiga kata yang sering digambarkan orang mengenai hutan. Bagaimana tidak seram kalau isinya hanya pohon-pohon lebat. Apalagi, pohon dikenal sebagai tempat berteduh makhluk gaib. Wah, sudah pasti banyak menyimpan cerita mistis ya Zens. Contohnya tiga hutan mistis di Bali yang terkenal bikin merinding dilansir dari laman Balisaja.com ini. Meski begitu, hutan-hutan ini juga dijadikan destinasi wisata loh.

1. Alas Pala Sangeh

Alas Pala Sangeh - Foto istimewa
Alas Pala Sangeh – Foto istimewa

Hutan mistis di Bali yang pertama adalah Alas Pala. Hutan ini dikenal juga dengan nama Hutan Pohon Pala. Kata ‘Pala’ berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya melindungi. Dilansir dari Baliexpress.com, penyebutan Pala ini karena pohon yang tumbuh berukuran besar dan tinggi. Sedangkan kata Sangeh merupakan gabungan dua kata. Kata ‘Sang’ berarti Orang dan ‘Ngeh’ berarti melihat.

BACA JUGA: Patuhi 5 Larangan Ini Saat Mendaki Gunung Agung

Menurut cerita, pohon pala ini berasal dari Gunung Agung dan tengah berjalan menuju Taman Ayun di Badung. Perjalanan yang dilakukan saat malam hari itu ternyata dilihat oleh seorang manusia. Akhirnya, pohon-pohon pala tersebut berhenti dan terus tumbuh di tempatnya sekarang, Alas Pala Sangeh.

Untuk mengambil pohon disini, masyarakat harus meminta izin atau matur pakeling. Biasanya, selang tiga hari setelah melakukan matur pakeling, pohon akan tumbang dengan sendirinya. Sang peminta tadi boleh mengambil pohon tersebut. Menurut kepercayaan, pohon yang tumbang tersebutlah yang diizinkan untuk dimiliki sang peminta. Jadi, tidak ada istilah menebang pohon Zens.

2. Wenara Wana

Wenara Wana - Foto istimewa
Wenara Wana – Foto istimewa

Hutan mistis yang berada di Desa Padangtegal, Ubud, Gianyar ini sungguh asri. Meski begitu, mitos di baliknya sungguh ngeri. Bayangkan saja, selain warga tidak boleh menebang pohon, memetik daunnya pun dilarang. Warga takut akan mendapatkan musibah jika melanggar pantangan tersebut.

Selama memasuki salah satu hutan mistis di Bali ini, kita juga harus pandai menjaga sikap. Kita tidak diperkenankan bersuara keras dan berkata kasar di dalam hutan. Khawatirnya penghuni gaib di dalamnya merasa terganggu dan balik mengganggu kita. Waduh, kalau begini bisa-bisa susah keluar hutan, Zens.

Kalau ingin menebang kayu disini, kamu harus mengantongi izin dari pihak Pura Dalem Agung Padangtegal. Sayangnya, kamu tidak bisa menebang pohon untuk alasan komersil, tapi bangunan suci pura.

BACA JUGA: Ini Loh Hal Terlarang Selama di Bali, Sudah Paham?

3. Alas Kedaton

Pengunjung di Alas Kedaton - Foto istimewa
Pengunjung di Alas Kedaton – Foto istimewa

Alas Kedaton terkenal dengan para keranya. Ketika memasuki kawasan ini, kamu akan langsung menjumpai banyak kawanan kera yang bebas berkeliaran. Ada yang sedang mengasuh anak, makan, dan bahkan sibuk menggoda pengunjung. Kawanan kera disini termasuk jinak Zens. Meski begitu, kamu harus tetap menaati larangan seperti memakai topi dan kacamata kesini ya. Mereka akan merebutnya!

Yang mistis dari alas kedaton ini yaitu kuburan kera. Disini, sama sekali tidak nampak gundukan tanah layaknya kuburan. Konon, warga sekitar tidak pernah menjumpai kera yang mati tergeletak. Usut punya usut, ternayata kera yang meninggal dikuburkan oleh kawanan kera yang hidup. Lokasi kuburan mereka ada di sebelah selatan alas dan ditumbuhi rerumputan. Mitos lain di alas kedaton ini yaitu warga tidak boleh menebang pohon. Penebangan pohon hanya diperbolehkan untuk pembangunan Pura Dalem Kayangan Kedaton.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak