Ilustrasi Operasi ©viva.co.id

Antrean atau lama tunggu pasien yang akan melakukan operasi di RSUD Karangasem sudah semakin tak masuk akal. Berdasarkan data yang disampaikan Wakil Bupati, Wayan Artha Dipa, pada Jumat (19/02), lama tunggu sudah mencapai tiga bulan dengan jumlah antrean mencapai 1000 orang.

Direktur RSUD Karangasem, dr. Wayan Suardana, menyatakan bahwa standar minimal waktu tunggu operasi sebetulnya adalah satu bulan.

Penumpukan antrean ini disebutnya disebabkan oleh terbatasnya ruangan operasi yang ada. Sementara ini, mereka hanya memiliki dua ruang bedah operasi.

Selain itu, seperti dilansir balipost.com, tenaga ahli juga masih sangat terbatas, sehingga membuat layanan operasi menjadi sedikit terlambat.

Bupati Mas Sumatri menambahkan bahwa pihaknya sudah menjanjikan program kerja, yaitu pemberian makan gratis bagi keluarga pasien kelas 3 yang diraawt di RSUD Karangasem.

Selama ini alasan warga miskin tak mau mengajak keluarganya yang sakit ke rumah sakit, meski dijanjikan pengobatan gratis karena sudah ada JKBM maupun JKN, tetapi mereka mengaku tak memiliki uang tranport atau pun biaya makan keluarga yang menunggu pasien itu.

Begitu juga pasien dari keluarga miskin yang memerlukan pengurusan surat-surat bakal dilayani petugas khusus untuk itu.

Bupati bisa memerintahkan dari Dinas kependudukan dan Capil ada ada satu konter petugas dari SKPD itu menjadi petugas pelayanan pengurusan administrasi perlengkapan  persyaratan pembebasan biaya, dari para pasien keluarga miskin. (blp/fal)