Grab taksi © www.genk.vn

Dinas Perhubungan Provinsi Bali yang masih membiarkan Grab taksi tetap beroperasi di wilayah Bali disayangkan oleh Persatuan Sopir Taksi Bali (Persotab), I Ketut Witra. Witra mengaku telah membicarakan keberatan tersebut kepada Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama.

Witra menuturkan dari pembicaraannya dengan Adi Wiryatama, rekomendasi DPRD Bali akan keluar minggu ini termasuk keputusan dari Gubernur Bali. Untuk itu, para sopir saat ini memberikan waktu seminggu, kalau seminggu tidak ada keputusan baik legislaif maupun eksekutif terkait ketegasan Pemerintah Bali, ribuan sopir akan kembali turun demo ke jalan untuk suarakan aspirasi.

“Ketika saya bicara kemarin, dua-duanya kita bubarkan begitu kata Pak Ketua DPRD Bali. Demo kemarin kan baru perjuangan awal, ini demi rakyat dan masa depan Bali kedepan. Oknum Organda dan Dishub Bali harus disehatkan, aparat dan oknum yang menyetujui Grab Taksi beroperasi harus ditindak. Selama ini oknum Organda dan Dishub Bali kurang sehat, kenapa mereka bisa memutuskan dan kok mereka belum apa-apa sudah ambil keputusan nyeleh seperti itu. Grab khan belum memiliki izin, merekrut sopir, harusnya kan ada izin dari Gubernur Bali,” jelasnya kepada Beritabali, Selasa (26/1).

Jika aspirasi ribuan sopir baik sopir taksi dan sopir angkutan transportasi lainnya diabaikan oleh pemerintah, Witra mengancam akan berdemo kembali dengan massa yang lebih besar.

“Sudah penumpang sepi, ditambah Grab Taksi makin sepi. Kalau ini tidak ditindak lanjuti maka akan jadi gesekan dibawah. Coba lihat dicanggu mobil Grab Taksi dihancurin, diuluwatu juga Grab dihancurin, bahkan di Ubud juga sudah mulai bergolak dan mobil Grab Taksi dilarang dan dirusak,” tutupnya.

(ber/nei)