Demo tolak reklamasi teluk benoa © www.aktual.com

Ribuan masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen seperti mahasiswa, LSM, Seniman pemuda, musisi, akademisi dan individu yang peduli lingkungan hidup melakukan aksi demo di depan Gedung Wiswasabha, Renon, Denpasar, Jumat (29/1). Aksi ini menolak revitalisasi Teluk Benoa dan proses AMDAL reklamasi Teluk Benoa yang terkesan cepat.

Aksi yang dipimpin oleh Wayan Gendo Suardana ini bertepatan dengan Rapat Komisi Penilaian AMDAL Pusat yaitu rencana kegiatan revitalisasi Teluk Benoa di kabupaten Badung dan kota Denpasar.

Selain itu, rapat tersebut juga membicarakan penambangan pasir laut (dalam menunjang kegiatan revitalisasi Teluk Benoa) di kabupaten Lombok Timur NTB oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional dan PT Dinamika Atriya Raya yang berlangsung di Gedung Wiswasabha, Renon, Denpasar, Jumat (29/1).

Wayan Gendo menyatakan, rencana reklamasi Benoa sudah memasuki tahun ke tiga ini telah mendapat penolakan dari seluruh lapisan masyarakat Bali baik oleh 12 Desa Adat, Banjar, Kepala Lingkungan, Kepala Dusun, Sekaa Truna-reuni dan masih banyak lainnya.

“Pernyataan sikap kita jelas kita menolak reklamasi Teluk Benoa sebagaimana aspirasi masyarakat adat, menolak AMDAL rekomendasi PT.TWBI dan meminta komisi penilai AMDAL pusat untuk menyatakan rekomendasi AMDAL itu tidak layak, ini desa adat yang menjadi penyangga teluk benoa sudah jelas menolak dengan melakukan paruman-paruman adat mereka,” ungkapnya di sela aksi, seperti dikutip Suaradewata.

Dirinya menambahkan, Desa adat sebagai penjaga keajegan Bali akan mengambil sikap tegas jika rekomendasi AMDAL diloloskan. Selain itu, keputusan tersebut juga akan memecah konflik yang sangat besar.

“Hari ini desa adat sudah bersikap pemerintah harus bisa mengapresiasi pendapatnya desa adat jangan tunggu mereka bertindak kalau proyek ini dipaksakan maka bali ini akan terjadi satu protes yang luar biasa jangan tunggu desa adat bertindak,” tegasnya.

Dua belas Desa Adat yang mendukung penolakan reklamasi Teluk Benoa yaitu Desa Adat Tanjung Benoa, Desa Adat Jimbaran, Desa Adat Bualu, Desa Adat Kelan, Desa Adat Kedonganan, Desa Adat Seminyak, Desa Adat Kerobokan, Desa Adat Kuta, di kabupaten Badung dan Desa Adat Sesetan, Desa Adat Kepaon, dan Desa Adat Pemogan Kota Denpasar.

(sua/nei)