© weddingstructure.com

Sepertinya pasangan yang tengah berbahagia ini ingin memanfaatkan momen pernikahannya dengan cara yang unik. Bukan memilih hiasan bunga indah sebagai hiasan mobil yang membawa mereka ke pelaminan, namun dengan atribut penolakan reklamasi Teluk Benoa.

Pernikahan antara Ketut Kertayasa dan Ni Wayan Ketut Setiari yang digelar pada Kamis (17/03) tersebut, tengah ramai di beberapa sosial media. Pernikahan tersebut digelar di Banjar Gelumpang, Sukawati, Gianyar, Bali.

Acara pernikahan akan dimulai sejak pukul pukul 09.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA.

© bali.tribunnews.com
© bali.tribunnews.com

“Iya memang mereka berdua memiliki sikap menolak reklamasi. Makanya, mereka berdua mempertegas sikap itu di dalam pernikahannya,” ujar Kadek Tila, rekan Kadek Kertayasa di Forum Sukawati Tolak Reklamasi.

Melansir dari Tribun Bali, keduanya sangat serasi dengan menggunakan pakaian pernikahan khas Bali dan diiringi sebuah mobil yang menempel sebuah bendera penolakan reklamasi dari ForBALI.

Menurut Kadek Tila, keduanya memang sangat peduli terhadap daerahnya.

“Itu merupakan sikap yang mereka miliki dari kedua-duanya yang mencintai alam dan lingkungannya,” tutupnya. (tri/nei)