Beijing – Banjir bandang akibat badai besar terjadi barat daya China, tepatnya di Provinsi Liuye. Bencana ini membawa kepedihan mendalam. Kesedihan ini tidak hanya dirasakan oleh manusia, tetapi juga oleh babi. Populasi babi di provinsi ini menurun drastis karena bencana tersebut.

Penurunan ini terjadi akibat 16 ribu babi yang berasal dari peternakan di Liueye tenggelam. “Kejadian ini terjadi begitu cepat kami tidak sempat mengevakuasi babi-babi ini,” sebut Manager Peternakan Liuye, Wang Lin seperti dikutip dari China Daily, Rabu (17/6/2015).

Tidak cuma tenggelam, setelah air surut masalah baru pun muncul. Petugas di China mengaku kesulitan membersihkan bangkai-bangkai babi tersebut.

Meski ada ribuan babi yang mati, pejabat daerah setempat menyatakan masih ada ratusan babi lain yang berhasil selamat. Kebanyakan babi-babi yang selamat ini terjebak di atap rumah penduduk dan pohon-pohon. Sementara itu, petugas keamanan setempat juga tengah mempersiapkan kuburan masal bagi para babi ini. Penggerjaan kuburan tersebut terus dipercepat.

Mereka berharap proses pembersihan bangkai bisa selesai dalam 7 hari ke depan. Hal ini untuk mencegah menyebarnya bau busuk akibat bangkai yang sudah membusuk ini. (Ger/Ein)

Sumber : Liputan6.com Editor : Prasetyo